Jakarta – Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) yang dipimpin oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohammed Al Mazroei di Menara KADIN Indonesia.
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pertemuan ini membahas tindak lanjut investasi antara Indonesia dan UEA serta peluang-peluang kerjasama di sektor infrastruktur dan energi terbarukan.
“Kami juga menyampaikan apresiasi yang baik atas komitmen UAE untuk berinvestasi di Indonesia. Delegasi UAE menyampaikan minatnya dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga investasi di sektor energi,” ungkap Arsjad.
Mengenai hal ini, lanjut dia, KADIN akan mendampingi para investor UEA dan berkoordinasi dengan pemerintah kedua negara dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.
“Kami telah melakukan pemetaan terhadap empat sektor bisnis potensial bagi UAE di Indonesia, diantaranya biomass, renewable power, kendaraan listrik dan pembangunan IKN,” paparnya.
Peluang investasi di empat sektor itu, tambah Arsjad, selaras dengan komitmen dan upaya Indonesia untuk mencapai net zero emission.
Proyek yang ditawarkan dari biomassa diantaranya bioethanol, biogasoline, biogas dan pelet kayu. Lalu rencana pengembangan pembangkit energi terbarukan terdiri dari 3,4 GW Panas Bumi, 5,3 GW Surya/Angin, 10,4 GW Hidro, 0,6 Biomassa, serta 1,3 GW EBT Lainnya. Contoh proyek yang sedang berjalan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat dan Pembangkit Listrik Tenaga Air Sulewana di Poso, Sulawesi Tengah.
“Indonesia juga diposisikan untuk menjadi produsen sekaligus pasar kendaraan listrik dan baterai terbesar di Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu pemasok global produk setengah jadi berbasis nikel untuk pembuatan baterai dan kendaraan listrik,” ungkap Arsjad.
Disampaikan pula kepada para Delegasi UEA, terkait dengan IKN, pembangunan kota direncakan sebagian besar akan menggunakan energi baru terbarukan dan mempertahankan 75% wilayah kota sebagai ruang hijau yang dilindungi. “Kami juga menyampaikan terkait rencana proyek energi terbarukan di sana misalnya, yaitu pembangkit listrik tenaga surya di Kawasan Industri Muara Jawa (wilayah di Kalimantan), pembangkit energi rendah karbon di Samarinda, dan Balikpapan,” pungkasnya.
Dilansir dari Kadin.id

