Andi Safriadi terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kabupaten Maros periode 2026-2031. ia terpilih dalam musyawarah Kabupaten (Mukab) yang di gelar di Cafe Galaxy, Maros,Jumat (8/5/2026)

Selain Andi Sadriadi, ada tiga orang lainnya ikut bertarung memimpin kadin maros yaitu Arie Anugrah, Bambang Jayanto, dan Hannani.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan KADIN Sulawesi Selatan, Zulkifli Tahir, bersama sejumlah pengurus dan pelaku usaha.

Usai terpilih, Safriadi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi pengusaha di Kabupaten Maros selama lima tahun ke depan.

a mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan ialah menyusun struktur kepengurusan baru KADIN Maros.

Politikus PAN tersebut menilai KADIN harus menjadi wadah bersama bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari skala kecil, menengah hingga besar. Menurutnya, penguatan internal organisasi dan hubungan harmonis dengan pemerintah daerah menjadi hal penting dalam menjalankan roda organisasi.

Safriadi menegaskan komitmennya membawa KADIN Maros lebih aktif dan berperan dalam mendukung perkembangan dunia usaha di daerah.

“Saya ingin membawa KADIN Maros menjadi lebih baik dan lebih eksis,” katanya.

Selain itu, ia menargetkan hadirnya sekretariat permanen bagi KADIN Maros. Menurutnya, hingga kini organisasi tersebut belum memiliki kantor sekretariat tetap.

“Selama ini KADIN Maros belum memiliki sekretariat permanen,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah, Safriadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, investor dan pengusaha lokal.

Ia menyebut sinergi tersebut akan diperkuat melalui jaringan pengusaha di HIPMI dan KADIN agar investor dari luar daerah dapat menjalin kerja sama dengan pelaku usaha lokal di Maros.

“Kolaborasi akan diperkuat melalui jaringan HIPMI dan KADIN agar investor luar bisa bekerja sama dengan pengusaha lokal di Maros,” jelasnya.

Safriadi juga menyoroti pentingnya dukungan sektor perbankan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, KADIN harus menjadi jembatan agar UMKM di Maros memperoleh akses dukungan pembiayaan, khususnya dari bank-bank Himbara yang beroperasi di daerah tersebut.