Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan mengambil peran kunci dalam penjajakan penguatan kerja sama ekonomi antara Kota Makassar dan Singapura. Hal ini mengemuka dalam pertemuan sekaligus jamuan makan malam bersama Diplomat Singapura, Vickland Malik, yang berlangsung di Papillon, Hyatt Place Makassar, Senin (02/02/2026).

Kedatangan Vickland Malik di Makassar disambut hangat Wakil Ketua Kadin Sulawesi Selatan Harmansyah dan Ketua Kadin Makassar Muhammad Adnan Pratama Zulkarnain.

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk memetakan peluang investasi dan perdagangan lintas negara, dengan Kadin Sulsel memposisikan diri sebagai penghubung utama antara investor Singapura dan pelaku usaha lokal di Makassar.

Wakil Ketua Kadin Sulawesi Selatan, Harmansyah, menegaskan kesiapan Kadin sebagai entry point bagi investor Singapura yang ingin masuk ke pasar Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.

“Kadin Sulsel sangat terbuka bagi investor Singapura. Jika dibutuhkan kami siap menjembatani, mitra lokal, hingga kesiapan produksi serta rantai pasok. Tujuan utama kami adalah membuka pasar dan mendorong ekspor,” tegas Harmansyah.

Menurutnya, daerah hanya bisa melaju cepat jika ditopang investasi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, Kadin mendorong kerja sama tidak berhenti pada diskusi, tetapi segera ditindaklanjuti dalam skema bisnis konkret.

“Kami ingin ada kegiatan formal yang mempertemukan langsung pengusaha Singapura dan pengusaha lokal. Forum ini penting untuk bertukar gagasan, memetakan sektor unggulan, dan menentukan bisnis apa yang paling tepat dikembangkan agar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Kadin Sulsel juga menilai Makassar memiliki keunggulan komparatif sebagai pusat jasa, perdagangan, dan logistik di kawasan timur Indonesia, ditopang oleh infrastruktur, konektivitas, serta kekuatan sektor pariwisata dan kuliner.

“Makassar ini kota yang hidup 24 jam. Kuliner kuat, jasa berkembang, dan masyarakatnya terbuka. Ini nilai tambah besar bagi investor asing,” tambah Harmansyah.

Sementara itu, diplomat Singapura Vickland Malik mengakui peran strategis Kadin dalam membuka akses investasi ke daerah. Ia menilai Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi simpul baru kerja sama ekonomi Singapura di luar wilayah yang selama ini menjadi fokus, seperti Batam, Kendal, dan Surabaya.

“Makassar punya posisi strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia. Potensi perdagangan, digital, pendidikan, hingga industri berbasis kebutuhan lokal sangat menjanjikan,” kata Malik.

Ia juga menyoroti peluang konektivitas langsung Makassar–Singapura yang dinilai dapat mempercepat arus barang, jasa, dan investasi. Selain sektor industri dan digital, Malik menyebut bisnis pendidikan sebagai sektor yang terbuka luas, seiring komitmen Singapura mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Dalam pertemuan tersebut, Kadin Sulsel turut mendorong penguatan skema Sister City antara Makassar dan Singapura sebagai payung kerja sama jangka panjang yang lebih terstruktur.

Pertemuan ini menjadi bagian awal menuju peringatan hubungan diplomatik Indonesia–Singapura pada 2027 mendatang. Dalam waktu dekat, diplomat Singapura dijadwalkan melanjutkan komunikasi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, guna membahas langkah lanjutan yang lebih konkret.

Dengan peran aktif Kadin Sulsel, Makassar kini diproyeksikan tidak hanya sebagai tujuan investasi, tetapi sebagai hub baru kerja sama ekonomi internasional di kawasan timur Indonesia.